Berhenti Sekolah

“Aku ngga mau sekolah Ma, aku maunya belajar di rumah aja!”

Itu lagi yang diucapkan Thifa setelah yang kesekian kali saya membujuknya sekolah.

Segala macam cara sudah saya lakukan, mulai dari ngobrol santai tiap malam sebelum tidur yang nyerempet-nyerempet ke sekolah, sampai saya bujuk akan dibelikan mainan idamannya kalau dia mau sekolah tetap ngga mempan. Eh pernah ding sekali mempan. Waktu itu dia pengen konder joy, habis itu saya bilang, “Buat bekal sekolah boleh.” Akhirnya dia mau sekolah. Tapi besoknya dia ngga mau sekolah lagi. ia bilang kmarin aku mau sekolah kan biar dapet mainan.”

Sayapun kemudian merenung. Sepertinya saya membuang-buang begitu banyak waktu dan energi untuk membujuknya sekolah. Bukan cuma sehari dua hari saja adegan seperti yang saya ceritakan d atas tadi terjadi. Tapi sudah berminggu-minggu. Bukankah lebih baik jika waktu dan energi itu justru saya gunakan untuk fokus menemani dia beraktivitas di rumah?

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengeluarkan Thifa dari sekolah. Kenapa ngga dibiarin aja tetep terdaftar? Biar kalau sewaktu-waktu dia mau sekolah bisa masuk? Ya sebelumnya memang itu yang saya terapkan. Karena Thifa awalnya, meski agak males-malesan sekolah, dalam seminggu tetep ada-lah beberapa kali masuk. Tapi beberapa minggu terahir dia bener-bener NGGA MAU berangkat sekolah.

Cukuplah sudah rentang waktu yang saya beri. Jujur hal kayak gini selain menguras energi juga menguras hati loh. Seringkali saya merasa gagal sebagai ibu, kok anak saya sampai kaya gini.

Baca juga: Memahami Thifa, Mengenang Masa Kecil Saya

Tapi suami menguatkan saya, “Sekolah bukan segala-galanya, kita masih bisa kan mendidiknya di rumah. Daripada sekolah tapi itu membebani dia, membuatnya ngga fun?” kira-kira begitulah yang dikatakan suami saya.

Memang, saya dan suami sempet kepikiran home schooling buat Thifa, jauh sebelum Thifa memulai sekolah. Suami sih yang paling kepengen. Sedangkan saya masih maju mundur, belum siap 100%. Apa ini cara Alloh memantapkan saya untuk meng-home schooling-kan Thifa? Ah entahlah.

Ya akhirnya Thifa berhenti sekolah. Saya memutuskan untuk fokus menemani dia belajar dan bermain di rumah daripada membujuk dia sekolah lagi. Biarlah kami sama-sama cooling down dulu dari pembicaraan tentang sekolah. Nanti kalau suatu saat dia kepengen sekolah lagi kan bisa didaftarin lagi. Lagian Thifa juga masih TK kecil ini.

Bismillah. Semoga keputusan yang saya ambil ini tidak salah.

Iklan

19 thoughts on “Berhenti Sekolah

  1. Thifa bilang ga kenapa ga mau sekolah? Anak mang tipenya beda2 ya mak..mungkin klo tifa tipenye kinestetik ga bisa duduk diem lebih cocok cri TK yg moving classatau sekolah alam jd ga bosen. Nadia dlu juga gitu tp klo mang mak mie sudah siap homeschooling skr juga udh banyak kok n yg penting ortunya harus siap klo mo homeschooling siap dgn omongan org siap dgn kurikulum n disiplin.
    Anyway semoga dpt yg terbaik untuk thifa ya 🙂

      • karena dia pikir semua sekolah sama membosankannya kaya di situ mak.. 🙂 Ifa sempat kuajak ke Ar Ridho dan Griya Asik… dia baru tahu kalau tidak semua sekolah membosankan… hehehe… tapi aku bilang nanti ya kalau udah TK pindah sekolahnya, sekarang diselesaikan dulu di sini. Ni Ifa kadang tiga hari, yang masuk sehari doang.. tergantung jadwalnya ibunya hihi…

  2. Setujuuu sama omongan bapaknya Thifaa 😀
    “Sekolah bukan segala-galanya, kita masih bisa kan mendidiknya di rumah. Daripada sekolah tapi itu membebani dia, membuatnya ngga fun?”
    Semangat ya mbak, selamat bercooling down bersama 😉

  3. tenang mbak. barangkali masih berproses. anak saya dulu juga mogok gok gok pas TK. sampai akhirnya mau sekolah lg saat saya pindah ke TK lain. tapiiii…itu juga pakai mogok.

    deg2an saya saat dia masuk SD. sampai saya menghadap gurunya menjelaskan keadaan anak saya yg kl di TK kadang suka sembunyi di bawah meja guru. (anak saya tipe kinestetik visual, senang bergerak, senang menggambar)

    saya bilang ke gurunya kl target saya sekarang adalah melihat anak saya senang bersekolah dulu. soal prestasi, insya Alloh kl senang bisa berprestasi. doa saya juga begitu.

    alhamdulillaah mbak, sekarang anak saya sudah SD dan sudah mau baca tulis, mau ngaji dan sholat yg sebelumnya itu ga pernah mau dia lakukan. nilai di sekolah pun tidak mengecewakan. bahkan skrg berangkat sekolah dg semangat.

    tapi mungkin beda ya, anak saya laki soalnya. yang jelas memaksa anak bersekolah bakalan ga baik hasilnya. semoga nanti Thifa menemukan caranya.

    wah saya jadi punya ide nulis tentang ini mbak. maaf komennya panjang.

  4. Kayaknya semua anak jg gak mau sekolah hihi.. Kirain anak laki doang, anak cewek jg yah. Umur berapa masuknya? Mungkin kecepatan. Anak ketigaku ini kayaknya umur 5 thn baru kumasukin TK, soalnya emaknya yg males nantinya banyak kegiatan di TK wkwk..

  5. Mungkin ada rasa bosan Mba, karena usia dini sudah sekolah. Tapi apapun pilihan Mba Rahmi, selama kedua ortu memahami dan support si kecil, inshaAllah hasilnya akan baik. Semangat ya Thifa!!!

  6. Anakku juga baru PAUD mbak, tapi suka males2an. Udah dianter trus selalu harus dibujuk dulu turun dari motor. Sampai gurunya yang harus bujuk juga supaya mau masuk ke kelas. Sekarang kalo dia gak mau sekolah ya gak dipaksa deh.. Daripada dia makin anti huhuhu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s