Ulang Tahun ke-9 Thifa

Thifa Udah 9 Tahun. Kok udah gadis aja sih huhuhuhu…

Masih kebayang rasanya melahirkan Thifa, sakitnya bekas jahitan pasca operasi, yang mana mau batuk sampe ditahan setengah mampus. Masih kebayang jaman bingung mikirin nanti Thifa mau sekolah di mana saat umur dia masih 2 tahunan. Masih kebayang Thifa masih ngomong dengan cadelnya. Sekarang dia udah bisa bantuin mama masak nasi, katanya besar pengen jadi chef kayak nenek sama om, dan adeknya dilarang ikut-ikutan cita-citanya.

Kemaren-kemaren Thifa sempet ngomong, kalo ultah pengen disurpraisin. DIbangunin gitu tengah malam sambil dibawakan kue. Akhirnya malam menjelang ultahnya, saya dan ayahnya ke toko roti. Beliin tart, kecil aja, karena kami emang ngga begitu suka tart. Yang penting keinginannya terpenuhi, sudah.

Thifa udah 9 tahun, udah bisa apa? Haha udah lama ngga nulis milestone perkembangannya karena udah gede sih ya. Jadi lebih fokus mendokumentasikan milestone adek bungsunya.

Menurut saya sih Thifa udah cukup mandiri. Mau apa-apa udah bisa sendiri. Mau makan jeli, sosis bakar, udah bisa masak sendiri. Bisa bantu mama ngurusin adek, mulai dari gendong sampai ajak main. Ini udah dari dulu sih, Dari jaman Hana bayi, Thifa masih 3 tahunan aja udah berani dia nggendong adeknya. Yang takut orang yang ngelihat. Hapalannya sampai Al-Muthoffifin, moga cepet lulus hapal juz 30 ya nak, barengan sama adek lulus iqro yang sekarang udah sampai iqro 4.

Bakatnya masih belum jelas, kepengennya sih saya arahkan ke nulis, terus Hana ke nggambar.Tapi belum telaten juga nih emak bapaknya untuk melatih.

Bentar lagi Thifa kelas 4, dan Hana masuk SD. Yang masih bikin gregetan itu karena suka ngusilin adek dan marah-marah kalo diikutin adek. Mudah-mudahan semakin pinter ya nak, berakhlaq baik, sholatnya ngga telat-telat lagi, sehat, cita-citamu tercapai, dan selalu diberkahi Alloh SWT.

 

2 respons untuk ‘Ulang Tahun ke-9 Thifa

  1. Masa-masa indah, masa-masa membesarkan anak. Apa yang saya alami, masa-masa tersebut demikian cepat berlalu, tiba-tiba saja sang anak duduk di pelaminan.

    Setidaknya itu yang saya alami, Mbak. Maka, nikmatilah masa-masa membesarkan dan mempeehatikan bagaimana anak-anak bertumbuh.

    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s