Duplikat Piala, Yes Or No?

Beberapa waktu lalu, gurunya Hana kirim WA. Menginformasikan, kalo pihak sekolah akan membuat duplikat piala untuk anak-anak yang ikut lomba pawai kemarin di salah satu SD. Oleh karenanya, masing-masing anak wajib membayar 65ribu.

Piala Hana

Piala pertama Hana dari lomba mewarna

Seperti sebelum-sebelumnya saya bilang kalo saya ngga ikutan duplikat piala. Tentunya saya sudah menyampaikan pada Hana, takutnya nanti temen-temennya pada dapat piala terus dia melongo hehehe.

“Maaf bu, duplikat piala ini wajib apa ngga ya, kalo ngga, Hana ngga usah saja.” begitu krang lebihnya jawaban saya di pesan WA.

“Nanti saya sampaikan ke bu… (kepala sekolah) njih,” kata bu guru.

“Iya bu, saya dari dulu ngga pernah ikutan duplikat piala. Kalau diberi oleh penyelenggara lomba saya terima. Kalo tidak ya tidak perlu di ada-adakan.”

Saya jadi ingat waktu Thifa (kakaknya Hana) masih PAUD besar, pertama kalinya dia ikut lomba mewakili sekolah (ada beberapa orang yang dipilih), pertama kalinya dapat piala, dan excited. Sampai piala dia bawa-bawa keluar rumah ditunjukkan ke teman-temannya hahaha.

Dapat-piala

Thifa dapat piala lomba mewarnai

Dan keesokan harinya di sekolah, ibu guru (atau orang tua murid lain yang bilang ya, lupa) “Mah, itu piala yang kemarin disimpan di sekolah, nanti pialanya diduplikat aja mah.”

Hah? Duplikat piala? Anak saya menang lomba, terus biar dapat nyimpen piala juga, saya harus menduplikasinya? Saya dapat piala yang palsu dong? Begitu batin saya, sehingga saya putuskan ngga mau menduplikat piala, berasa aneh aja gitu. Saya bilang sama Thifa, “Pialanya biar disimpan di sekolah ya kak,” Alhamdulillah Thifa ngga berkeberatan.

Baca juga: Tips Mengajarkan Balita Membaca Al-Qur’an

Kenapa Harus Duplikat Piala?

Pilihan saya untuk tidak menduplikasi piala bukan serta merta lantas saya anggap orang yang duplikat piala itu salah. Mereka pasti punya alasan kenapa menduplikat piala, sama halnya saya punya alasan untuk tidak ikut menduplikat.

Kemarin saya sempet bikin stories di instagram, semacam jajak pendapat. Intinya kalo anak ikut lomba dan menang, lantas piala disimpan sekolah, apakah mau menduplikasi piala.

Yang menjawab ya, mau ikut menduplikat piala, rata-rata bilang untuk kenangan anak. Supaya anak tau, oh dulu pernah ikut lomba anu dan menang. Ya masuk di akal juga…

Sementara yang tidak mau menduplikat ada yang menjawab karena ngga mau anaknya jadi duniawi oriented, terlalu mementingkan piala sampai yang cuek, wong ijazah sekolah aja ngga kuambil apalagi cuma piala huehehehe.

Ya saya paham sih, bagi yang pengen menyimpan piala, mereka emang tipikal yang suka menyimpan dokumentasi kegiatan anak dan ingin mengapresiasi hasil kerja keras dalam bentuk piala.

Mengapa Saya Tidak Mau Ikut Duplikat Piala

Lalu kalo saya, kenapa ngga mau ikutan menduplikasi piala? Tanpa bermaksud menyalahkan yang mau menduplikasi piala yaa, bebas aja sih tiap orang punya pilihan, nah isi alasan saya:

Partama saya hanya mau menyimpan piala pemberian penyelenggara. Bukan duplikat yang saya pesan sendiri. Mungkin bentuk fisiknya sama ya, atau jangan-jangan pembuat pialanya juga di tempat yang sama, tapi feel nya beda dong.

Kedua, kalo alasan dokumentasi atau kenang-kennagn saya suka yang simpel-simpel aja, cukuplah foto anak memegang piala. Soalnya rumah saya sempit malas juga kalo kebanyakan barang apalagi kalo barangnya ngga asli #eh.

Ketiga, soal mengapresiasi keberhasilan anak, ngga harus dengan piala juga kok. Saya malah pengen anak-anak belajar mengikhlaskan sesuatu yang mereka sukai. Dapat piala, pasti mereka bangga dong, tapi sudahlah biar sekolah yang simpan ya nak, karena cinta tak harus memiliki huahahaha abuot maak, abuooot >.<

 

5 respons untuk ‘Duplikat Piala, Yes Or No?’

  1. Piala yang dibuat penyelenggara cuma satu mungkin karena keterbatasan biaya. Kalo aku sih, mau mau aja kalo pesennya rame rame. Tapi biasanya yang duplikat piala itu kalau anak anak masih TK, kalau sudah SD dapat piagam.
    Kenapa mau? Karena pialanya aja yang “palsu” tapi kemenangan dan usahanya asli. Jadi ga ada salahnya juga di buat duplikatnya untuk kenang kenangan mereka…

  2. Ping-balik: Horee Hana Juara Lomba Mewarnai | Diary Mama Mie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s