Memaksimalkan Potensi Anak Yang Gemar Bermain Gadget

Adakah yang anaknya kecanduan gadget? Duh semoga ngga ya. Anak-anak saya sendiri emang udah terpapar sama gadget tapi mudah-mudahan ngga sampe di level kecanduan. Mereka masih lebih suka sih main bersama teman-temannya, seperti petak  umpet, masak-masakkan, kejar-kejaran, tapi masalahnya kalo ga ada yang bisa diajak main, yang dicari ya gadget; smartphone atau laptop.

Ya ngga heran juga, wong Bapak sama Emaknya juga sehari-hari pegangannya gadget. Jangan dibandingin jaman kita kecil dulu, ngga minta yang aneh-aneh karena emang ngga ada, ngga pernah lihat. Paling-paling kalo dulu kita hobinya nonton TV kan ya. Ya barang mewah yang dipunya cuma itu doang. Harus bayar pajak lagi tiap bulannya haha.

Sebenarnya keberadaan gadget mempunyai banyak sisi positif. Anak-anak bisa belajar banyak hal dengan mengakses internet di gadget mereka, bisa juga mendapat hiburan yang murah meriah. Cukup nonton Upin Ipin dengan layanan wifi internet di rumah, ngga perlu keluar biaya ngajak mereka ke bioskop hehe. Tapi tentu kita tidak bisa menutup mata dengan dampak buruk yang mungkin saja bisa menimpa mereka. Apalagi kalo udah jadi candu, bukankah segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik.

Kalo mainan gadget langsung anteng

Anak yang kecanduan gadget bisa saja mengalami masalah dalam sosialisasi. Karena seringnya gaul sama gadget, ketika berhadapan sama manusia jadi canggung, gatau mau ngapain, mau ngomong apa, jadi ngga nyaman deh. Belum lagi internet yang selain berkonten positif banyak pula konten negatifnya. Ngeriiii..

Lantas bagaimana dong sikap kita sebagai orangtua jika anak sampai kecanduan gadget, atau bagaimana mencegahnya biar jangan sampai kecanduan? Kalau saya ini sih yang saya lakukan.

Membatasi. Saya bukan orang yang saklek melarang gadget untuk anak-anak. Main gadget boleh-boleh saja, tapi jangan sampai kecanduan. Untuk itu saya berusaha membatasi dengan memberikan jadwal kapan saja mereka boleh memegang gadget. Biasanya saya ijinkan mereka pegang gadget, sepulang sekolah sekitar 1 jam. Setelahnya mereka harus istirahat karena ada jadwal ngaji di TPQ. Ada juga orangtua yang hanya mengijinkan anaknya pegang gadget saat week end, ya ini sih kebijakan masing-masing ya, karena orangtua yang paling tahu kondisi anaknya bagaimana.

Memberi contoh. Nah ini juga yang paling utama, jangan melarang anak main gadget sementara orangtua sibuk terus dengan gadget. Ya sih orangtua pegang gadget untuk kerja tapi anak kadang ngga paham itu. Dalam pikiran mereka, “Mamah aja buka HP terus, mainan laptop terus, masa aku ngga boleh.” Jadi usahakanlah kita pegang gadget saat anak-anak sekolah misalnya, atau pada saat mereka tidur.

Mendampingi. Saat anak bermain gadget orangtua harus mendampingi, supaya kita tau apa yang ditonton atau dimainkan anak. Sekarang banyak juga loh film kartun yang diselipin unsur-unsur pornografi. Anak taunya itu gambar kartun, tontonan yang cocok untuk mereka, eh ternyata di tengah-tengah ada adegan yang ga pantas mereka saksikan. Kalau pas kebetulan kita tidak bisa mendampingi, sebaiknya koneksi internet dimatikan saja. Anak-anak bisa menonton film yang sudah didownload atau main game yang kita sudah yakin itu aman  buat mereka

Mengajak bermain. Biasanya anak-anak mencari gadget karena jenuh, ngga ada teman main, udah bingung mau ngapain lagi, akhirnya pilihan terakhir jatuh pada gadget. Sebagai orangtua luangkanlah waktu bermain bersama anak. Ajak mereka main monster-monsteran, masak-masakan, atau tebak-tebakan. Jadilah teman main yang menyenangkan bagi mereka. Jangan mau kalah dengan gadget 😉

Memaksimalkan potensi anak yang gemar bermain gadget. Saya suka kesel sih sama duo bocah kalo buka youtube yang ditonton ituuu aja bolak-balik sampai saya hapal ngelotok sama dialognya. Makanya saya coba mengarahkan mereka menggunakan gadget untuk hal yang lebih positif dan bermanfaat di masa depan. Saya ingin memaksimalkan potensi mereka, saya motivasi mereka supaya jangan hanya jadi penonton, tapi jadilah creator, yang karyanya bisa bermanfaat dan dinikmati banyak orang.

Karena Thifa suka tiru-tiru saya ngetik di laptop, saya coba ajak dia menulis blog, “Kak, kemarin kan kita baru jalan-jalan, coba ditulis di blog ceritanya, nanti Mama bikinin blog buat Thifa ya.”

Waah dia excited banget. Tulisan blog pertamanya bisa dibaca di thifastory.blogspot.co.id. Setelah selesai nulis, saya edit tulisannya, saya kasih tahu bagaimana penulisan yang baik dan benar sesuai KBBI. Misalnya, habis titik, harus kasih spasi dan huruf pertamanya besar. Jadi learning by doing gitu. Kalau mengenai bahasa, ngga apa-apa bahasa khas dia yang penting bisa dipahami oleh pembaca. Udah ada beberapa tulisan lagi di blognya cuma karena belum sempat saya edit, jadi belum publish hehe.

Selain itu Thifa dan Hana juga suka main game, suka lihat video doodling dan segala macam tutorial terus ngikutin. Mereka seringkali ikut-ikutan ayahnya menggambar dan mewarnai secara digital (baca: ngrusuh saat ayahnya kerja :D). Mereka juga suka bikin-bikin video terus minta emaknya upload di youtube. Dari apa yang mereka gemari saya coba arahkan supaya potensi mereka bisa berkembang lebih maksimal.

Memfasilitasi Hobi Anak

Saya sih bukan tipikal orangtua yang selalu memberi apa saja yang anak inginkan. Tapi lebih melihat kebutuhan mereka. Kalau saya lihat hobinya positif, bisa bermanfaat buat masa depannya, ga ada salahnya difasilitasi.

Main puzzle minta divideoin

Sebagai content creator wannabe, Thifa dan Hana tentunya membutuhkan “peralatan perang” yang mumpuni. Setelah melalui pencarian dengan mendaki gunung lewati lembah #lebay akhirnya saya temukan perangkat yang cocok untuk menunjang hobinya, yaitu ASUS X555QG, notebook multimedia AMD dengan grafis dan audio yang dahsyat.

Kenapa saya memilih laptop ini?

RAM dengan Teknologi Dual Channel

Thifa seringkali protes kenapa video-video yang dia buat belum saya upload di youtube. Dia pikir upload video asal upload aja kali yaa ngga pakai diedit dulu. Kebanyakan video Thifa dan Hana masih ngendon di smartphone sehingga membuat smartphone saya menjadi berat, loading lama. Mau dipindah ke laptop, lah saya ngeditnya aja pakai smartphone. Belum berani instal program edit video di laptop karena laptop yang saya miliki sekarang hanya berkapasitas RAM 2GB. Lain cerita kalau saya menggunakan ASUS X555QG dengan RAM 8GB. Bahkan dengan teknologi dual channel RAM kita bisa menambahkan satu keping memori RAM lagi berukuran 8GB pada perangkat ini. Dengan total RAM 16GB kita bukan hanya bisa menginstal program-program berat saja, laptop ini tentu akan maksimal banget kemampuannya untuk multitasking dan gaming.

Asyik Buat Main Game

Main game juga merupakan kegemaran duo bocah dan ayahnya. Dulu saya suka kesel liat mereka yang hobi ngegame. Tapi ayahnya bilang, ya gapapa anak-anak suka main game, siapa tahu nanti bisa jadi gamers. Gamers juga profesi yang menjanjikan saat ini lho. Bahkan, barusan saya baca di salah satu situs berita online, video game telah diakui sebagai profesi resmi pada cabang olahraga internasional sebagai electronic sport atau biasa dikenal dengan e-sport. Yang terpenting, kata si ayah bagaimana kita tetep mendampingi dan mengarahakan mereka saat bermain game.

Nah, dengan ASUS X555QG main game akan semakin asyik dan lancar, karena memiliki video memori alias VRAM sebesar 2GB, pada kartu grafis Radeon R7 R5 M430 DX, kita bisa mengandalkannya untuk bermain game-game kasual masa kini.

Kapasitas Penyimpanan 1TB

Wiiih 1TB itu sama dengan 1000GB lo cyiiiin, legaa banget yaa. Dengan begini kita bisa menyimpan file-file berukuran besar. Video-videonya duo bocah, file gambarnya si Ayah, atau download film favorit yang pasti memakan memori penyimpanan yang gede banget.

Layar beresolusi HD (1366×768) dengan luas bidang pandang 15,6 inci. Dengan resolusi ini membuat kita merasa sangat nyaman saat berinteraksi dengan konten multimedia seperti menonton film maupun editing foto dan video. Si Ayah juga lebih suka dengan layar laptop yang luas untuk menggambar maupun mewarnai digital. Ditambah lagi, terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan untuk menyetel layar agar nyaman antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.Dengan teknologi ASUS Splendid yang eksklusif ini menyajikan warna dan temperatur
warna yang akurat.

Kemudahan Kirim dan Terima Data

Urusan pindah-pindah data merupakan sesuatu yang urgent juga bagi para content creator. Karena kita biasanya membuat content di perangat A, kemudian perlu mengolahnya lagi pada laptop, sebelum siap dilaunching. Nah, pada ASUS X555GQ kita bisa memanfaatkan kumpulan port yang antara lain, berupa HDMI, 2 USB A 3.0, 1 USB 3.1, audio jack, VGA port, dan RJ45 LAN untuk kenyamanan serta kemudahan kirim maupun terima data.

Hal lain yang saya suka dari notebook ini yaitu adanya slot DVD RW. Dengan begini saya masih bisa menyetel dvd jaman old yang beberapa tahun belakangan ngga pernah diputer karena ngga punya alatnya. Nostalgia ceritanyaaa, moga aja belum rusak dvd nya karena udah uzur dan kelamaan nganggur hihi.

Wah wahhh ternyata ASUS X555QG ngga hanya cucok buat content creator wannabe kaya Thifa dan Hana, tapi pas juga untuk dipakai sama emak dan bapaknya. Jadi kesimpulannya ASUS X555QG ini merupakan laptop multimedia AMD for everyone lah yaaa…

Mudah-mudahan impian saya memiliki ASUS X555QG bisa kesampaian ya untuk lebih memaksimalkan potensi duo bocah yang gemar bermain gadget.

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Iklan

8 respons untuk ‘Memaksimalkan Potensi Anak Yang Gemar Bermain Gadget

  1. Thifa & Hana bisa dijadikan contoh nih untuk anak-anak lainnya. Biasanya sih kalo anak-anak suka banget main gadget dan laptop hanya untuk bermain aja. Pengarahan untuk anak yang baik yang mbak Rahmi. Patut dicontoh nih buat bunda-bunda. Sukses juga untuk lombanya.

  2. Kepengen juga punya laptop baru yang powerful dan udah termasuk software OS originalnya.
    Saya juga pengen laptop yang ada DVD slotnya tapi kok takut ya ntar dipencet-pencet anak-anak sampai slotnya kebuka-tutup terus gitu hehehe…
    Semoga menang lomba blognya ya mbak,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s