Alhamdulillah Thifa Sudah Bisa Membaca Al-Qur’an

Assalamualaikum…

Huaaa, lama kali ngga update cerita tentang duo bocah yaaa. Kali ini mau cerita tentang Thifa yang sudah bisa membaca Al-Qur’an Alhamdulillah…

Sekitar dua mingguan lalu, atau lebih ya, lupa persisnya, Thifa udah mulai membaca Alqur’an besar. Iya saya suka menyebut pakai embel-embel besar, soalnya dulu saya belajar ngaji pakai buku ngaji warna biru yang saya sebut Al-Qur’an kecil. Metode belajarnya agak beda sama Qiroati atau Iqro.

Kalau Thifa belajar ngaji di rumah sama saya pakai Iqro. Saya rasa lumayan mudah belajar ngaji pakai Iqro, karena di situ diberi note-note juga untuk pengajarnya.

Sekitar akhir Agustus 2016 Thifa sudah masuk Iqro jilid 6. Setelah masuk jilid 6 ini dia tambah semangat ngajinya. Kadang sekali ngaji minta langsung tiga halaman, padahal dulunya sering juga setengah halaman udah minta istirahat dia.

Sebenarnya jilid enam ini dia belum khatam sepenuhnya, tapi udah minta langsung baca Al-Qur’an, dan saya ijinkan. Karena di halaman-halaman terakhir ini saya lihat isinya ya potongan-poongan ayat yang ada di Al-Qur’an.

Alhamdulillah Thifa sudah lumayan lancar membaca Al-Qur’an, yang dia masih sering salah itu tajwid hukum bacaan terutama ikhfa. Saya memang belum mengajarkan dia secara detail tentang hukum bacaan, apalagi ikhfa ini hurufnya banyak banget kan. Jadi saya cuma mengkoreksi saja. Saya bilang ke dia, kalo nun mati atau tanwin bertemu huruf fa, dibaca mendengung seperti ini ya kak (kemudian mencontohkan). Basanya sih lama-kelmaaan dia akan hapal sendiri. Kalo saya memaksa dia mengapalkan takut malah dia jenuh.

Bagaimana saya menerapkan pembelajaran membaca AL-Qur’an pada Thifa? Sekalian saya share di sini ya, siapa tahu ada yang butuh. Tapi metode pembelajaran setiap anak bisa aja beda kan kia sesuaikan juga dengan karakter si anak dan kenyamanan yang mengajar.

  1. Saya memulai mengajarkan Thifa ngaji dengan menghapal hurup hijaiyah, alif, ba, ta, tsa, dan seterusnya. Ini saya lakukan sebelum mengajak Thifa mengaji iqro jilid satu. Usia tiga tahun Thifa sudah hapal huruf hijaiyah. Oya sebagai penunjang saya juga menempelkan huruf hijaiyah di tembok rumah, supaya sering dia lihat, dan sesekali saya bisa ajak dia main tebak-tebakan hurup hijaiyah.
  2. Saat memasuki bab pembelajaran baru biasanya anak akan membaca dengan terbata-bata, atau putus-putus, selagi bacaannya benar, saya biarkan dia lanjut halaman berikutnya. Biasanya setelah dia membaca putus, misal, ba-ta-tsa, saya mencontohkan membaca dengan lancar tanpa harus ditirunya. Yang penting dia denger dan tahu, oh harusa bacanya begitu toh. Biasanya lam-kelamaan akan lancar dengan sendirinya. Saya ngga meminta Thifa untuk terus mengulang-ulang bacaannya sampai bener-bener lancar,karena saya tahu dia akan bosan dengan metode seperti ini.
  3. Menerapkan jam ngaji. Kalo anak sehari mengaji satu halaman, seharusnya sekitar tujuh bulan dia sudah khatam Iqro. Tapi Thifa lama banget, dari umur tiga tahunan, sampai 5 tahun lebih baru mulai ngaji Al-Qur’an. Berarti kan sekitar dua tahun ya. Ini karena saya ngga disiplin. Kadang berhari-hariii gitu ngga ngaji, apalagi kalo pas ngga di rumah sendiri, lagi di rumah neneknya atau bepergian kemanaaa gitu. Saya menerapkan jam ngaji baru setelah dia Iqro 4 kalo ngga salah. Targetnya sih umur enam tahun udah Al-Qur’an, Alhamdulillah sebelum itu Thifa sudah bisa baca Al-Qur’an.
  4. Usia menjelang empat tahun Thifa saya ikutkan TPQ, biar ngajinya tambah semangat kalo banyak temannya. Apalagi Thifa udah mulai ngga sekolah formal, jadi saya harap dia bisa belajar bersosalisasi di TPQ.
  5. Katanya anak usia di bawah enam tahun belum boleh diajarin baca ya? Hmm, kalo saya sih mindsetnya membaca Al-Qur’an adalah ibadah. Saya mempersiapkan Thifa untuk bisa beribadah secara mandiri. Jadi bukan hanya sekedar target bisa baca. Saya juga ngga memaksa sih, tapi saya menanamkan kepada dia kita harus ngaji, karena ngaji adalah ibadah, tabungan untuk bisa masuk surga. Lagipula saya ngerasain susahnya ngajarin orang ngaji kalo udah besar. Huruf hijaiyah itu kan pelafalannya macem-macem ya dan banyak hurup yang dibacanya serupa tapi tak sama. Kalo udah terlanjur gede baru belajar, lidahnya udah kaku, susah ngajarinnya. Jadi menurut saya membaca Al-Quran sebaiknya diajarkan semenjak dini.

Bagitu cara saya mengajarkan Thifa membaca Al-Qur’an. Tapi sekarang metode mengajarkan ngaji udah macem-macem ya, ada yang katanya empat kali pertemuan langsung bisa baca Al-Qur’an, dan lain sebagainya.

Mungkin Ayah Bunda ada juga yang mau sharing cerita atau tips mengajarkan anak mengaji monggo lho 🙂

Iklan

5 thoughts on “Alhamdulillah Thifa Sudah Bisa Membaca Al-Qur’an

  1. berarti anaknya umur 5 tahun sudah mulai mengaji ya..karena disimak mulai belajar umur 3 tahun dan memakan waktu 2 tahun untuk bisa menyelesaikan iqra. semoga kita diberikan ketekunan dalam mendidik anak dan anak yang dididik menjadi soleh solihah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s