Mulai Kapan Mengajarkan Anak Membaca?

Mulai kapan mengajarkan anak membaca? Ketika anak tetangga seusianya udah bisa membaca. Hahaha #ops itu bukan teori yang baik untuk diikuti ya. Itu sih hanya kegalauan saya aja, kalo lihat anak orang lain bisa baca, jadi ngerasa, anak saya juga harusnya udah bisa baca.

Padahal katanya anak TK ngga boleh diajari calistung, kecuali anak itu sendiri yang kepengen. Atau belajarnya sambil bermain gitu jadi suananya ngga yang bener-bener belajar serius. Dulunya sih berusaha untuk begitu, ngga terlalu ngoyo lah ngajarin ini itu. Tapi ngerasa gundah gulanan ngga sih kalau anak tetangga yang seumuran anak kita udah bisa baca sementara anak kita belum. Pastilah ada rasa “takut tertinggal” juga ya. Itu kalau saya ya, entah ibu-ibu lain di luar sana.

Saya sempet mencoba ngajarin Thifa baca, saya buat tulisan, a-i-ue-o, ba-bi-bu-be-bo, ca-ci-cu-ce-co dan seterusnya di sebuah buku. Tapi tampaknya dia belum tertarik. Jadi kaya ngga nyantol-nyantol gitu waktu saya ajarin.  Kemudian saya pasrah. Ya sudahlah, lebih baik saya fokus ngelanjutin ngajarin ngaji dulu aja yang udah jalan sampai iqro’ 3.

Paling-paling saya hanya memotivasi dia, bilang nanti Thifa dibeliin buku lagi kalau sudah bisa baca. Kalau sudah bisa baca enak kak, bisa baca buku cerita sendiri, yang kaya-kaya gitulah.

Meski belum bisa baca, untuk menulis dia sudah mulai lancar. Hampir semua huruf dia hapal dan bisa menuliskannya. Kadang dia mau menulis sesuatu minta saya yang sebutkan hurufnya apa saja. Kebalikan nih sama arabnya. Baca udah lumayan lancar, nulisnya masih acak-acakan hehe.

Beberapa hari belakangan ntah gimana ceritanya, saya lihat Thifa (5th 4bl) mulai tertarik membaca. Tiap ada tulisan tanya ke saya bacanya apa. Terus lama-lama dia mulai mengeja bacaan sendiri. Bacaan-bacan mudah seperti: baca, buku, beli, mama dia udah bisa. Apaa aja dibacanya, buku dibaca, tulisan di hape dibaca, tulisan di jalan dibaca, tulisan di uangpun dibacanya. Saat belajar dengan inisiatif dia sendiri saya rasa dia jadi lebih cepat

Jadi saya pikir sebaiknya yang dilakukan orang tua bukan ujug-ujug mengajarkan, tapi menstimulasi terlebih dahulu, supaya menumbuhkan kesadaran ingin bisa baca pada anak. Cara yang coba saya lakukan adalah:

  1. Menempel poster huruf dan angka di tembok ruangan yang sering digunakan anak beraktivitas. Supaya anak familiar dengan bentuk-bentuk huruf dan angka. Saya sudah mulai melakukan ini sejak Thifa setahunan sih kalau ngga salah.
  2. Mengajak anak bermain kuis, sesekali berilah hadiah. Saya sering nih main tebakkan sama Thifa, “Huruf G yang mana hayooo?” Atau meminta dia menuliskan sebuah huruf di papan. Sesekali beri reward juga yang murah aja, misal dibeliin beng-beng, Thifa udah seneng tuh. Harganya cuma Rp1.500,- hehe. Ini bukan sponsored post beng-beng ya hehehe.
  3. Membacakan buku untuk anak. Meski belum bisa membaca, tak ada salahnya kita membelikan anak buku. Buku untuk anak yang belum bisa baca piluh yang banyak gambarnya supaya dia tertarik. Yang bacain ya ibunya. Kalau anak suka dibacain buku lama-lama dia akan tertantang pengen bisa baca sendiri. Selain itu, memberi anak buku meski belum bisa baca dapat mengasah imajinasi anak. Biasanya Thifa suka menceritakan sesuai imajinasinya sendiri gambar yang ada dalam buku.

Mungkin teman-teman punya pendapat lain, monggo dishare 🙂

 

Iklan

2 thoughts on “Mulai Kapan Mengajarkan Anak Membaca?

  1. Kalau aku yang kulakukan pertama justru yang nomor lima itu mbak.. membiasakan anak dengan buku. Pengennya sih ntar Ifa nggak cuma bisa skill membaca tapi suka membaca. Banyak anak yang “dipaksa” bisa membaca sejak di bawah 7 tahun, gedenya malah nggak suka baca. Aku sendiri dulu juga bisa baca setelah masuk SD, jadi nggak nuntut Ifa bisa baca cepat2 juga..

    Gara2 dibiasain baca buku sejak baby… kadang dia hafal aja tulisan tertentu dengan sendirinya, yang paling awesome ketika dia tiba2 bisa mbaca dan nulis namanya sendiri… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s