Piala Pertama Thifa

Sabtu 18 April 2015 Thifa ikut lomba mewarnai PAUD se-kecamatan Tembalang di TK Tunas, Klipang Semarang. Dapet juara harapan tiga, horee dapet piala. Dan inilah piala pertama Thifa. Meskipun sebenarnya si emak lebih ngarep dapet hadiah uang siih hahaha.

Malam sebelum lomba dia semangat latihan mewarnai power puff girl, eh paginya malah males-malesan bilang ngga jadi ikut segala. Tapi setelah segala rayuan diluncurkan akhirnya kami berangkat juga.

Pas lomba Thifa ngga mau ditinggal emaknya keluar, ada beberapa anak juga yang seperti itu. Saya perhatikan ada ibu-ibu yang menginstruksikan dari balik jendela, “Warna biru… itu masih kurang, bla-bla-bla..” dan anaknya mau nurut loh.

Kalo Thifa didikte gitu suka ngga mau, jadi suka-suka dia pengen ngewarnain apa, muka kadang dikasih warna merah, tanah warna biru, langit warna-warni haha. Tapi kelebihannya, dia bisa mewarnai dengan lumayan rapi dan bersih.

Selama lomba sih saya berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur ngasih saran atau ini itu, paling nyemangatin dia aja, “Ayo kak sedikit lagi” atau “Bagus kak warnanya,”.

Dan inilah hasilnya, tadaaa

Anak TK mewarnai

Thifa sendiri sudah mulai bisa mewarnai dengan nggenah menjelang usia tiga tahun. Sudah pernah saya tulis ceritanya di blog satunya (baca:Thifa Belajar Mewarnai). Sebelumnya pernah juga ikut lomba mewarnai tingkat RT pas tujuhbelasan dan menang (baca: Thifa dan Euforia Tujuhbelasan).

Kalo kata Ayahnya, biarkan saja dia mewarnai sesuai imajinasinya. Tidak perlu kita mendikte langit harus biru, rambut harus hitam, tanah harus cokelat. Yang paling penting dia berani berekspresi, soal kesesuaian warna nanti lama-kelamaan dia akan tahu sendiri. Okelah kalo begituuh 😀

Dapat-piala

Iklan

7 thoughts on “Piala Pertama Thifa

  1. Wah Thifa kereen. Kayaknya tar mau ikuti jejak Ayah nih, hehe. Rumi juga gitu Mbak, warna ngaco aja pas ikut lomba mewarnai. Akhirnya ya ga menang, dan kita santai aja. Cuma biar berani aja. Baru setengah jam, udah ga mau lanjut. Cubit ya buat Thifa 🙂

  2. Aku juga berusaha buat nahan diri gak celometan ngomentarin hasil karya adik. Karena takutnya akan mengekang imajinasi mereka 🙂

  3. Ping-balik: Duplikat Piala | Diary Mama Mie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s