Berteman Ala Thifa

“Thifa pasti kalo di sekolah paling berani sendiri anaknya ya Bu?” begitu kata salah seorang tetangga waktu lagi menunggui anak kami yang sedang bermain bersama.

“Ngga bu, kalo di sekolahan dia malah lebih banyak diem,” Jawab saya.

Si ibu tetangga tampak tak percaya. Soalnya kalo di kompleks rumah, diantara teman sebaya, Thifa yang seringkali jadi leader. “Main ini yok, main ke sana, blablabla.”

Kalo habis lari-larian trus jatuh dia juga jarang nangis, kadang dia yang cup-cupin temannya yang nangis padahal temennya itu cowok.

Di sekolah entah kenapa dia lebih kalem. Bahkan saya suruh main sama sepupunya aja seringkali ngga mau. Dikala teman-temannya pada lari-larian di kelas, dia anteng dengerin bu Guru bicara. Suara dia terdengar lantang pada saat bu guru mengajak nyanyi atau membaca surah pendek. Saya ingat pas pembagian rapor bu gurunya emang bilang Thifa sellau jadi orang pertama yang memberi respon ketika bu gurunya bertanya sesuatu pada murid-murid di kelas. Artinya dia selalu memperhatikan.

Apa mungkin Thifa membutuhkan penyesuaian diri yang sangat lama dalam hal bergaul? Makanya dia tampak lebih nyaman dengan teman-teman rumahnya yang udah sering ketemu sejak bayi?

Ya ngga juga sih. Buktinya kalo saya ajak dia ke playground, kadang bisa langsung seru-seruan sama teman yang baru ditemuinya hari itu. Pernah juga pas saya ketemuan sama temen lama di Solo, si teman kan bawa anak, ngga butuh waktu terlalu lama, Thifa dan anak itu langsung nyambung, lari-larian dan main bareng. Padahal awalnya anak itu disuruh salaman sama Thifa aja ngga mau. Emaknya asik ngobrol eh tu anak dua udah mainan bareng.

Waktu kemarin Thifa ikut saya ke acara blogger, saya dorong main sama Alde yang sebaya sama dia juga sempet ngga mau. Alde juga sama, udah dibujuk sama emaknya biar mainan ma Thifa (maksudnya biar emaknya bisa bebas hehe) ya ngga mau.

Lama kelamaan Thifa nampak mulai mencair dan kepengen main sama Alde, tapi Aldenya nih yang tetep kekeuh ngga mau. Saya jadi tertarik mengamati kedua anak ini. Saya pengen tahu gimana cara Thifa meghadapi penolakan orang lain.

Alde masih asik main dengan mobil-mobilannya sendiri. Sementara Thifa saya lihat mulai melancarkan jurus pedekate dengan menangkap mobil yang diluncurkan Alde dari atas papan miring.

Cara Thifa pedekate hihihi

Cara Thifa pedekate hihihi

Lama-lama mereka mulai ketawa-ketawa dan akhirnya mau main bareng di luar ruangan. Emak bernapas lega bisa mengikuti acara dengan leluasa hahaha.

Iklan

7 thoughts on “Berteman Ala Thifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s