Hafalan Sholat Athifa

Aishh macam pelesetan judul pilem ya hihi. Begini ceritanya, sudah sebulanan ini saya menjalankan program #40HariKebiasaanBaik bersama Thifa. Kenapa 40 hari? Katanya sebuah kebiasaan akan menjadi permanen jika ia dilakukan minimal selama 40 hari.

Kebiasaan baik yang kami lakukan bertahap sih. Pertama sholat lima waktu dulu. Kepengennya setiap mendengar adzan kita langsung ambil air wudhu kemudian sholat berjamaah. Kenyataannya ya melenceng-melenceng dikitlah hihhi. Kadang emaknya yang lagi sok rempong atau Thifa harus dibujuk lamaaa banget baru mau sholat. Pfiuuh.

Prgram #40HariKebiasaan baik ini selain melatih Thifa, melatih emaknya juga tentunya. Secara emaknya suka banget menunda-nunda sholat dengan berbagai alasan, seperti laper mau makan dulu, nanggung lagi nonton inpotainment, dan segudang alasan ngga penting lainnya. Udah lama punya resolusi mengeyahkan kebiasaan buruk ini, tapi selalu gagal hiks. Setelah ada anak jadi punya motivasi lebih. Setiap emak pasti ingin dong yang terbaik buat anaknya. Tapi kalo emaknya sendiri tidak melakukan kebiasaan baik ya anaknya pasti meniru.

Balik cerita tentang sholat bareng Thifa. Saya biasanya mengeraskan bacaan surah Alfatihah dan surah pendek untuk sholat Shubuh, Magrib, dan Isya. Itu kalau cuma sholat berdua, kalo sholat sama ayahnya pasti Ayahnya yang menjaharkan bacaan dong, hehehe. Maksudnya biar dia sambil menghapalkan juga. Memang, saya belum ngajarin dia bacaan sholat keseluruhan. Yang lebih saya utamakan adalah kesediaan dia untuk sholat dan kesesuaian gerakannya. Nanti kalau itu sudah berjalan lancar baru mengajak dia menghapal bacaan sholat lainnya seperti doa iftitah, bacaan ruku, sujud, dll.

Kalau Alfatihah dan surah pendek sih memang sudah sering dibaca Thifa di rumah bareng emaknya atau di sekolah bareng guru dan teman-temannya. Lama-lama lumayan hapal dia meskipun ya masih ada yang salah-salah juga sih.

Untuk sholat Dzuhur dan Ashar karena ketentuannya tidak mengeraskan suara, maka saya hanya membaca semua bacaan sholat dengan pelan. Tapi kadang justru Thifa yang membacanya keras. Ya saya biarkan aja, namanya juga anak-anak belum tahu ketentuan yang benar seperti apa. Yang terpenting dia mau sholat dulu. Dan sekalian juga ngelanyahke hapalannya dia. Emaknya sambil nyimak bener apa salah. Lah ngga konsen dong sholatnya hehehe.

“Bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillaahirobbil ‘alamiin. Arrohmaanirrohiim.”

Bacaan Alfatihah Thifa terdengar lancar dan benar semua ejaannya. Ehm kecuali yang ada lafal huruf “r” nya soalnya dia kan masih cadel hihii.

Sampai ayat yang kelima, masih lancar, begitu ayat keenam….

“Ihdinas syaitonirrojiim” bacanya mantap.

Hah? What? eh, tunggu tunggu. Ituu… kalo dalam bahasa Indonesia kan berarti “tunjuki kami syaitan yang di rajam”.

Sholat Bersama Anak

Salah Thifa salaaah. “Harusnya Ihdinashshiroothol mustaqiim” yang artinya “tunjuki kami jalan yang lurus,” jerit saya dalam hati. Eh eh.. inget… lagi sholat, ayo khusyuk lagii koreksinya ntar aja setelah selesai sholat.

Duuh, mendadak merinding, kalo bener-bener ditunjukin gimana yaa???

Thifa minta dibacain "Anakku Tiket Surgaku"

Thifa minta dibacain “Anakku Tiket Surgaku”

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away “Anakku Tiket Surgaku” Penerbit Tiga Serangkai

Iklan

12 thoughts on “Hafalan Sholat Athifa

  1. Hi..hi..hi…emaknya jadi gak konsen ya.. Memang dilema ..ngajak anak sholat bareng. Kekhusyuan bisa buyar, tapi kita tetep harus mencontohkan. Karena anak belajar dari meniru. Mereka peniru ulung ya Mak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s