Setiap Anak itu Unik

Setiap anak itu unik. Tidak bisa disamakan persis satu sama lain baik itu sifat, karakter maupun tumbuh kembanganya. Saudara sekandung sekalipun, yang kita beri perlakuan sama sedari bayi.

Thifa dan Hana misalnya. Kalau saya perhatikan perkembangan motorik kasar Hana lebih cepat ketimbang Thifa. Hana lebih cepat bisa duduk, merangkak dan berdiri. Sebelum umur sembilan bulan udah mulai berani berdiri tanpa pegangan, cuma beberapa detik sih. Saya pikir dia akan lebih cepat bisa jalan ketimbang Thifa, ternyata ngga juga. Thifa udah bisa jalan di umur 14 bulan, sekarang Hana udah lebih setahun masih titahan.

Naik odong2 bareng

Naik odong2 bareng

Tapi ada juga sih beberapa hal yang lebih duluan bisa dilakukan Thifa daripada Hana. Umur sembilan bulan Thifa udah bisa tepuk tangan, dadah-dadah. Tapi Hana baru bisa setelah 11 bulan.

Hana di usia setahunan lebih aktif daripada Thifa, kalo saya ngelonin trus ketiduran makles sebentar, pas bangun, tahu-tahu dia udah di ruang tamu aja! Kalo Thifa karena mungkin baru bisa merangkak setelah rambatan, jadi perpindahannya ngga terlalu bikin rempong.

Dalam hal toilet training (lebih tepatnya sih mentatur ya) Thifa cenderung lebih mudah daripada Hana. Paling-paling nunggu keluarnya aja yang lama. Sementara Hana, dia ngga suka kakinya dipegang-pegang, pasti meronta-ronta. Didudukin di potty juga seringnya menolak.

Nah kalau sudah begini kita harus putar otak. Pahami kebiasaan dan kesukaan dia. Sadari tiap anak itu unik, butuh perlakuan yang berbeda. Akhirnya Hana kalo ditatur di kamar mandi ya sambil berdiri, karena dia ngga suka dipegang kakinya dan juga belum bisa jongkok. Seringkali saya harus mengalihkan perhatiannya dengan sikat gigi bahkan sikat wc atau apalah, supaya dia ngga meronta saat dibawa ke kamar mandi.

Thifa sudah lepas diapers umur setahun 3 bulanan, ngga tahu nih Hana gimana, sampe umur setahun lebih dikit sekarang aja masih suka pup di popok. Padahal Thifa umur tiga bulanan udah jarang banget lho, nyaris ngga pernah. Soalnya kalo mau pup dia menunjukkan tanda-tanda, dan biasaya tiap pagi saya dudukin di potty langsung pup. Sementara Hana tanda-tanda yang dia tunjukin ngga begitu jelas, tau-tau udah bau aja heheheh.

Ini baru masalah tatur. Makin gede pasti makin banyak keunikan yang ditunjukkan anak-anak kita, yang membuat kita harus tahu bagaimana menyikapinya dengan pas. But enjoy it, mom and dad 😉

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away “Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu”

Iklan

9 thoughts on “Setiap Anak itu Unik

  1. Betul banget anak-anak memang unik, dan satu dg yg lain beda-beda kebisaan dan penanganannya, walaupun sy hanya punya anak satu tp keponakan banyak…
    Terimakasih sdh berbagi cerita ttg Thifa dan Hana utk meramaikan GA sy ya makk..
    Titip peluk cium utk Thifa & Hana yg lucuuu….

  2. betul mbak…, nggak ada anak yang sama, bahkan anak kembar pun pasti memiliki perbedaan sifat. Anak saya 4, dan semuanya beda, hehehe….tinggal emaknya yang musti pinter-pinter menghadapi masing-masing anak.
    salam kenal ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s